Thursday, September 30, 2004

She had a history of killing herself, I had a habit of dying.
I think she gave me something to love for, I guess I helped her pass her time.
I had a vision of seeing things straight, she had the heart of a liar.
Well, I never saw her leaving me once, she never felt me beside her.
And it's cruel, but she's got a good hold on me.

-Hold On, Dashboard Confessional-

Wednesday, September 29, 2004

Dance, when you're broken up.
Dance, if you've torn the bandage off.
Dance in the middle of the fighting.
Dance in your blood.
Dance, when you're perfectly free.
--Mevlana Jalaludin Rumi-

Tuesday, September 28, 2004

malam ini.waktunya sendiri.bersenang senang.bercinta.sendiri.

Monday, September 27, 2004

..ada saat dimana kehilangan teman jauh lebih menyakitkan daripada kehilangan kekasih.

setidaknya aku ternyata lebih terbiasa dengan sesuatu bernama kehilangan kekasih,
tapi tidak teman. lucu. betapa teman ternyata mungkin lebih berarti buatku daripada
kekasih.mungkin itu pula kekasih kekasihku adalah teman teman baikku sebelumnya.
(kecuali yang sekarang)

...ada saat dimana memilih sama artinya dengan bisa menghargai pilihan orang lain.

setidaknya saat aku melihat seorang temanku yang mesti mengorbankan melakukan
hal yang disukainya sebagai akibat dari pilihan pekerjaannya, dia sama hebatnya
saat menjadi seseorang yang tidak mempercayai Tuhan diantara orang orang yang
kebanyakan (katanya) beragama.

...ada saat dimana sebuah keyakinan mesti diganti dengan keyakinan baru.

setidaknya saat ini aku tidak lagi melihat perlunya mengabdikan seluruh jiwa ragaku
pada satu orang saat aku tahu ada orang lain yang membuatku senang bercinta dengan
mereka. bukan tentang serakah, kali ini mungkin lebih tentang kejujuran hati.

...ada saat dimana aku mengharapkan mereka mati dan meninggalkanku sendiri:)

Thursday, September 23, 2004

Buat kamu yang tidak pernah bisa membaca bahasa hatiku,

Langit malam ini terlalu jauh di balik kaca tebal. Dentuman
di kepalaku yang tak kunjung reda. Hantaman kecil kecil
rasa sakit yang membuatku tahu aku hidup semakin tak
tahu diri dan menutup hampir seluruh sel otakku.

Andai saya bisa bersamamu malam ini...

Tapi kamu selalu bersamaku. Selalu. Bahkan saat aku
sedang menggoda manusia lainnya sekalipun. Atau saat
ajakan ajakan bersentuhan yang lalu lalang seharian tak
kunjung sepi.Kejenuhan ini berlapis lapis, kataku tadi malam.

Dan kalau saja bisa pergi dari sini secepatnya...

Nanti, aku ingin mendengar tawa yang terputus tadi sore..
juga ciuman yang mengambang dimakan kawat telpon.

Nanti malam.

Tuesday, September 21, 2004

Have you ever been to a place when everything turned out to be wrong
after being right for sometime before?

That's where I am now, I guessed.I really thought that it would be a good
holiday that I'm going to have with some friends and a lover this weekend
when I realized that I shouldn't do this today. Weird, but like they say 'Shit
happens on the way to heaven'.Whataver.

Some beautiful moments, some chaotic moments and some hidden messages
of love;)





Thursday, September 16, 2004

andai saya bisa membaca matanya tadi pagi.laki laki yang selama setahun ini mengisi sesuatu yang begitu kosong di dalam diri saya. sesuatu yang bernama Kekuatan. walaupun dia datang saat saya baru saja menemukan kalau saya kuat, dia datang dengan bentuk kekuatan yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya.

mungkin setiap orang memang memiliki bentuk kekuatan yang berbeda beda. kalau kekuatan saya berbentuk sepasang bulu berwarna hitam yang rapuh namun kokoh, maka kekuatannya adalah bara besar yang tak kunjung meredup panasnya.

dia jadi terasa begitu sederhana dengan kekuatannya itu. dengan caranya melihat cinta yang begitu rasional.caranya mencintai yang keras kepala.mungkin dia memang yang saya butuhkan sekarang, hari ini. malam tadi.

ah, andai saya bisa membaca matanya tadi pagi.

saya selalu bingung kalau dia murung.kalau dia tidak segera menjawab telpon saya.kalau dia tidak terdengar seperti biasanya di telpon.kalau dia tidak terlihat seperti biasanya saat kita bertemu. pelukannya adalah yang memastikan kalau dia baik baik saja, kalau kita baik baik saja. aneh. laki laki kuat yang aneh.

kita ingin berjalan jalan.jauh.pergi dari semua ini dulu.entah apakah kita akan kembali.
semoga saya masih bersamanya saat akhirnya keinginan dia itu jadi kenyataan.saya suka merasakan dirinya yang tak pernah bisa saya mengerti itu.

saya mungkin memang tak akan pernah bisa membaca matanya, tapi saya bahagia karena dia selalu bisa membaca mata saya.


Wednesday, September 15, 2004

Tapi kan nanti sholatnya nggak sah.Sayang, beribadah terus tapi nggak diterima Allah.
(dan sayangnya dia bukan Tuhan.)



Tuesday, September 14, 2004

double sided pain.
mesti terbiasa kayaknya sebentar lagi dengan perasaan itu
kalau mendengar berita berita yang mampir ke telingaku
beberapa hari ini. biarlah. mungkin memang sudah waktunya.
terlalu bahagia dan baik baik saja dan inilah akhir dari semuanya
itu.

keep loving,keep fighting. Cinta bilang.

pulang tapi bukan lagi terasa rumah akhir akhir ini.
sebuah pertanyaan,

how do you get along with your parents?
you guys seemed so bloody different.

talking.communicate.sit down and being like 2 adults.

loving my love so much more when he just couldn't
hide how full his mind are lately. loving my sister for
being such a tough and reliable friend of mine.

loving my love, my life and you:)





Friday, September 10, 2004

you are my number one. though there are of course
number two, three, and four. but you, yes, you!

you are my number one.



Monday, September 06, 2004

darimana aku mesti memulainya?

dua ekor anak kucing yang sedang menyusu pada ibunya di
bawah jendela ruang depan rumahku pasti bisa menangkap
resahku siang itu. diantara butiran keringat dan nafas berat
akibat asmaku, roti bakar yang masih panas di panggangannya
serta gelas gelas kopi yang mengepul...aku hanya ingin bisa
duduk sebentar untuk bisa menemukan arti dari kalimatmu,

'kesetiaan itu mesti diperjuangkan..'

ah, tapi aku sudah lama tak mempercayai kesetiaan.

lalu ku palingkan wajahku dan mendapati senyum itu.
genggaman itu.mata itu.kepulan asap mie ayam pangsit
di depannya.komentar manisnya tentang ajakanku makan
di tempat yang belum pernah dimasukinya. tawanya.
caranya meminta maaf untuk membuatku melakukan
banyak hal untuknya yang seringkali dia tahu aku tidak
sungguh ingin melakukannya. bahkan saat malam datang
dan kita berpelukan menonton film horor jepang yang
nggak serem sama sekali itu, aku tahu dia masih jadi
yang nomor satu.

dari semua cinta itu, dari semua harapan itu.

Friday, September 03, 2004

Pulang lagi ke tempat ini tadi malam.Pulang ke kenyataan.
Pulang ke keadaan yang seksi menggigit. Membuat air mata
berlinang, senyum terkembang atau gairah liar jadi jalang.
Waktu yang tepat untuk pergi sebentar...dari pelukan erat,
tatapan lekat manis seperti coklat, siraman cinta yang deras
tak terbendung, serta Hati yang sarat harapan dan pertanyaan.
Melelahkan tapi membahagiakan. Membuat ingin mencari pesan
dari Tuhan kenapa keadaan diciptakan hanya dari kebahagiaan
tanpa sedikitpun kesedihan atau kekecewaan ikut ikutan di dalamnya.
Aneh, padahal kebahagiaan membosankan. Tidak seinspiratif
kesedihan atau kesakitan.

Setiap hari hal yang paling aku selalu sempatkan untuk lakukan
adalah mengatakan kalau aku sayang orang orang dalam hidupku.
Entah apapun artinya mereka untukku, atau arti aku untuk mereka.
Cinta tak punya waktu untuk hal hal baku buatan manusia seperti
itu. Cinta hanya ingin diekspresikan sekarang, dinyatakan sekarang.

Thank you for being there, thank you for being you and thank you
for such a wonderful, wonderful chat tonight. Luv ya.
(Mata dan senyumnya terkembang bingung saat menerima oleh
oleh yang dimintanya)

Maybe I shouldn't go that far with you that night.But anyhow, I
love you. I do. Thank you.
(Suaranya, suaranya tak juga hilang dari kepalaku sejak malam
itu)

For loving me, for hugging me, for reading me. And never once
let me slip into my weaknesses. I adore you. You rule me.
(Mata dan pelukannya berebutan menggapai gapaiku sepanjang
malam yang luar biasa melelahkan)

For such a shower of love Life, thank you God.





This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Name :
Web URL :
Messege :